logo

Craft Photography Tutorial 01

8,458 views

logo

Halo, manteman….

Duh, saya bingung nih! <– Apa-apaan ini? Belom apa-apa udah bingung. *plak*

Jadi begini ceritanya. Udah dari lama, saya diminta untuk menuliskan bagaimana cara mengambil foto produk untuk craft. Masalahnya, saya bingung mau mulai dari mana. Kalo saya nulis artikel untuk pembaca yang suka fotografi, mungkin urusannya lebih mudah karena saya bisa ngeluarin kata-kata aneh bin ajaib yang biasa dipake sama mereka. Tapi, sekarang saya harus menulis untuk crafter, yang beda latar belakangnya dengan para fotografer….

Untuk tulisan pertama ini, saya ceritakan aja dulu kali ya, tentang cara saya ngambil foto craft. Kalau manteman ada pertanyaan, saya akan bahas di tulisan selanjutnya. Bagaimana? :cutesmile: Jangan segan-segan bertanya, ya. Saya akan berusaha menjawabnya. Kalau saya gak tau, ntar saya tanyain dulu sama temen yang lain baru saya jawab. *dilempar emping sekarung*

Craft Photography, Apa Bedanya dengan Foto Biasa?

Ini pertanyaan mendasar yang sering ditanyain ke saya. Sebenernya, sama aja. Sama-sama moto. Yang beda adalah tujuannya. Kalau foto nikahan, misalnya, yang menjadi fokus fotografernya adalah momen. Bagaimana cara mengabadikan momen pernikahan itu sehingga kalau ada yang melihat-lihat foto itu, akan ikut merasakan kesan sakral dan meriahnya. Kalau manteman lihat foto pernikahan yang diambil oleh fotografer yang baik, manteman akan bisa merasakan emosi yang dia coba masukkan ke fotonya. Beda dengan ketika melihat foto yang asal diambil aja.

Pada craft photography, yang ingin ditampilkan tentulah kesan “crafty”-nya atau kesan “handmade”-nya. Karena craft itu adalah kerja tangan dan kreativitas, perlu juga dipikirkan bagaimana membuat produk yang akan kita foto itu kelihatan sisi yang paling cantiknya. Jangan sampai foto yang kita buat malah ngebikin craft yang udah cantik itu kelihatan jadi gak secantik aslinya. Kita aja kalo difoto kan pengennya keliatan lebih cakep kan, ya? :cutesmile:

Ada dua hal yang perlu diperhatikan, pertama produk craft-nya sendiri karena dia ini kan, bintangnya. Satu lagi, background atau latar belakang foto untuk mendukung penampilan craft-nya sendiri.

Kadang saya melihat foto craft dengan latar belakang putih yang sederhana. Ini juga gak salah karena dapat membuat craft-nya sendiri terlihat jelas dan menonjol. Sayangnya, untuk craft yang sederhana, background putih itu malah membuat tampilan foto menjadi plain, datar.

Kita punya banyak kesempatan untuk mempertegas craft yang kita foto dengan membuat background-nya terlihat mendukung. Bisa dengan meletakkan craft yang sama di sana, atau kain perca, pita, manik-manik, dan lain sebagainya. Untuk foto di luar ruangan, kita bisa menggunakan objek yang memang sudah ada untuk menjadi background-nya, seperti rumput atau batu.

Foto itu juga hasil kreativitas, sama seperti craft-nya sendiri. Karena itu, gunakanlah kreativitas manteman. Pakai barang-barang yang ada untuk dijadikan background. Hasilnya bisa sangat cantik kalau fotonya diambil dengan komposisi yang baik.

Foto yang bagus dan kelihatan cantik ini selain bisa membuat craft kita kelihatan lebih menarik, juga bisa membuat image crafter menjadi lebih oke. Bagaimana kita menawarkan dan menyajikan hasil karya kita ke konsumen juga ikut membentuk image kita. Saya juga bisa bilang kalau itu adalah salah satu servis kita kepada konsumen; memastikan kalau apa yang kita buat adalah karya yang baik dengan menampilkannya dengan sebaik-baiknya.

Langkah Pengambilan Foto Craft

Saya akan memperlihatkan bagaimana saya mengambil foto craft. Cara ini sangat sederhana karena hanya membutuhkan matahari sebagai sumber cahayanya. Fotografi itu berasal dari kata photos dan graphein yang berarti melukis dengan cahaya. Cahaya adalah hal yang paling utama dan penting ketika kita bicara fotografi. Cahaya inilah yang kemudian membuat foto kita menjadi kelihatan bagus atau tidak bagus.

Cahaya bisa didapatkan dari dua sumber: matahari atau lampu.

Walaupun matahari bersinar cerah sepanjang hari, tidak semua cahayanya sama. Cahaya matahari pagi, sekitar jam 8-10 pagi, adalah cahaya yang paling bagus untuk pencahayaan foto karena warnanya yang kuning bening. Membuat foto kita kelihatan lebih cantik.

Kalau manteman ke mall, suka melihat kan, kadang ada orang yang suka mengambil foto dirinya sendiri di depan kaca toilet. Biasanya, fotonya memang kelihatan lebih bagus. Hal ini karena cahaya yang biasanya digunakan untuk pencahayaan toilet itu warnanya bukan putih, tetapi agak kekuningan seperti cahaya matahari pagi.

Cahaya matahari di siang hari (sekitar jam 12-an) warnanya bening. Masih cukup baik juga untuk foto, tapi kesan kuningnya sudah tidak tertangkap lagi oleh kamera. Matahari sore (sekitar jam 4-5) warnanya akan sedikit kecoklatan. Agak berbeda dengan matahari pagi.

Cahaya lampu, sifatnya tidak sama dengan cahaya matahari. Lampu neon, sifat cahayanya agak kehijauan. Lampu pijar (tungsten), sifatnya agak kemerahan. Untuk menetralisir warnanya, biasanya di kamera sudah dilengkapi pengatur white balance yang bisa mengurangi efek warna yang tidak diinginkan. Misalnya kalau mengambil foto menggunakan lampu neon, gunakan white balance dengan simbol lampu neon agar warna hijau dari lampu itu bisa berkurang intensitasnya. Untuk foto dengan menggunakan cahaya lampu ini bisa kita diskusikan lebih lanjut nanti. Sekalian dengan penggunaan light-box atau studio mini. Tapi, selama manteman bisa menggunakan cahaya matahari, ini adalah pilihan paling baik karena hasilnya akan lebih natural dan cantik.

Cara mengambil cahayanya pun, sebaiknya tidak sembarangan. Matahari pagi jam 8 itu adanya di timur, sebaiknya kita menghadap ke utara atau selatan. Bukan menghadang atau membelakangi cahaya mahatarinya.

Saya menggunakan meja kecil yang di atasnya saya letakkan papan tulis putih untuk alas. Ini agar permukaannya semakin luas saja karena mejanya kecil. Maapkan juga ada Thaariq di sana, dia susah disuruh minggir pas saya ngambil foto ini. :(

IMG_3047edit

Meja ini menghadap ke jendela besar ke arah selatan.

Di atasnya saya letakkan kain lap yang kadang saya gunakan untuk properti food-photography agar pantulan cahaya dari papan tulisnya tidak mengganggu.

IMG_3051edit

Berikutnya, saya menggunakan nampan bambu dan kain perca untuk properti. Sesuaikan kain perca yang digunakan dengan craft yang akan difoto. Jangan gunakan warna yang membuat fotonya kelihatan terlalu rame. Pilih warna-warna yang mendukung craft yang ingin kita foto.

IMG_3053edit

Misalnya untuk foto ini, saya memilih untuk menggunakan kain perca polkadot oren untuk memberikan kesan fotonya terlihat lebih ceria karena bros yang akan saya foto juga desain dan warnanya sangat ceria.

IMG_3054edit

Untuk membuat fotonya lebih terang, saya menggunakan sterofoam untuk memantulkan cahaya matahari sehingga berkumpul di objek yang akan saya foto. Sterofoam ini saya arahkan ke matahari dengan kemiringan yang (setelah diukur) kira-kira akan membuat cahaya jatuh di objek.

IMG_3057edit

Saya menambahkan dua bros lain untuk diletakkan di background. Saya memilih warna yang lebih kalem dibanding bros yang menjadi objek agar pusat perhatian tidak teralihkan.

IMG_3063edit

Setelah difoto dengan menggunakan DSLR, hasilnya akan tampak seperti di bawah ini:

IMG_3060edit

Saya juga mengambil foto dengan menggunakan kamera handphone dan hasilnya seperti gambar di bawah ini:

IMG_4861edit

Tidak terlalu jauh bedanya, kan? Gambarnya terlihat sama-sama terang. Hanya saja, untuk kamera handphone, kita memang gak bisa mengatur bukaan lensanya (aperture) sehingga menghasilkan background yang blur-nya sesuai dengan keinginan kita. Tapi menurut saya, hasilnya cukup cantik dan artistik.

Sampai di sini dulu ya, manteman.

Di tulisan yang berikutnya, saya akan mulai membahas pertanyaan manteman satu per satu. Jadi, silahkan bertanya ya. Jangan malu-malu. :cutesmile:

12 Responses to “Craft Photography Tutorial 01”

  1. maria saragih says:

    mantapp.. mbak… thanks utk infonya…
    hehehe 8) 8)

  2. Lia Rahmawati says:

    saya suka gak pede kalau mau foto craft dengan background yang bermotif, krn khawatir malah craftnya gak keliahatan.
    mungkin hanya harus memperhatikan komposisi craft dam background saja.

    terima kasih atas ilmu dan sharingnya ya mba :oops:

    • OctaNH says:

      Iya, sebenernya cuman perlu dipilih-pilih aja bcakground-nya. Kalau pilihannya tepat, background-nya bisa membuat craft-nya lebih menonjol dan lebih cantik.

      Masama, Mbak Lia. :D

  3. ophie ummu naufal says:

    Terima kasih bund bwt tutornyaaaa, segera dicobaa,, ^^

  4. Inna Riana says:

    akhirnya bisa komen juga :D
    waduuhh punya saya masih latar putih, abis bingung mau dikasih latar apa :cry:
    Wah, pake styrofoam ya. Selama ini saya puyeng jg ngatur pencahayaan. Patut dicoba.
    Makasih sharingnya, Mbak Octa :cutesmile:

  5. Setuju deh mbak kalo urusan moto produk kayak gini juga make jam terbang xD saya ngambil foto make camera digital. tapi kadang hasilnya juga ga sebagus apa yang saya inginkan. saya lebih suka motret produk dengan latar belakang putih (saya juga masih ga pede utk make dengan background yg jrang-jreng). kadang sesekali saya motret produk dengan background nature (biasanya di sekitaran taman dekat rumah) dan itu jadinya juga cantik XD

    Makasih tutorialnya. bakal saya coba abis ini uhuhuhu

  6. HelenLoura says:

    Hallo Mbak Octa,
    Salam kenal.
    Terima kasih, Mbak atas tutorialnya.. Mau tanya dong, Mbak. Saya tidak terlalu mengerti soal fotografi, DSLR itu apa ya?? :blush:
    Kalo menggunakan kamera digital kan ada pilihan yang bentuknya gambar-gambar seperti ada gambar bunga, night landscape, museum dll, untuk objek craft sebaiknya apa ya, Mbak.. :twisted:
    Terima kasih sebelumnya..

    • OctaNH says:

      DSLR itu Digital Single Lens Reflex. Kamera yang make sistem lensa tunggal. Kalo Mbak Helen pernah liat fotografer, mereka biasanya pake kamera ini. Bentuknya agak gede dan agak berat juga. :D

      Kalo buat craft dan moto dari deket, coba pake yang close-up, Mbak Helen. Tapi si craft-nya bener-bener deket ya jaraknya dari kamera pas difoto. Sekitar 20-15 cm. Kalo terlalu jauh, nanti malah burem dia. :cutesmile:

      Salam kenal kembali, Mbak Helen. :D

  7. inggrid says:

    salam kenal mba… ini artikel yg saya cari2… makasih yh untuk sharing knowledgenya… mba, mau tanya nih, bisa ada tulisan delicious craft di foto itu gmn caranya…apa ada aplikasi dr android ato BlackBerry world kah mba? makasih sblmnya…

    salam
    inggrid

    • OctaNH says:

      Halo, Mbak Inggrid. Itu saya masukin ke fotonya pake Photoshop. Harusnya ada sih aplikasi yang bisa ngelakuin itu di Android atau BB. Tapi saya gak ngerti karena gak pake, Mbak Inggid. Asal aplikasinya bisa ngebuka foto dan ada opsi untuk ngetik sesuatu di atas fotonya, udah bisa dipake itu. Watermark-nya bisa langsung diketik aja. Kalo yang saya pake ini, sebenernya gampang buat narohnya di foto. Karena pake Photoshop, ukuran, posisi, sampai ke terang-gelap watermark-nya bisa diatur.

      Saya belom pernah ngedit foto di handphone soalnya, Mbak Ingrid. Maap kalo jawabannya malah bikin bingung. Hiks. :mewek:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:twisted: :tuing: :tada: :sniff: :siul: :roll: :oops: :nyucuk: :ngiler: :ngikik: :music: :mewek: :lol: :hohoho: :evil: :die: :cutesmile: :cry: :bored: :blush: :T.T: :D :?: :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)

logo
logo
Powered by WordPress | Developed by Tuan Sinung
Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: